Pentingnnya Pengawasan Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini


Gadget memiliki berbagai fitur dan aplikasi yang menarik, bervariasi, interaktif, dan fleksibel sehingga menambah daya tarik bagi setiap orang, baik dari kalangan lansia, muda, remaja, bahkan anak usia dini. Gadjet memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia jika digunakan dengan baik dan tepat, tetapi gadget jugamemberikan dampak negatif khususnya bagi anak jika digunakan tanpa pengawasan orang tua, bahkan anak- anak usia dini sudah diberi tontonan supaya anteng saat ibunnya bekerja.

Keluarga merupakan wadah pendidikan yang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kemandirian anak, oleh karena itu pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dari keluarganya karena keluarga merupakan tempat pertama kali anak belajar menyatakan diri sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan kelompoknya. Orang tua juga menentukan kemana keluarga akan dibawa dan apa yang harus diberikan sebelum anak-anak dapat bertanggung jawab pada dirinya sendiri, ia masih tergantung dan sangat memerlukan bekal pada orang tuanya sehingga orang tua harus mampu memberi bekal kepada anakya. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan.

Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (The Golden Years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.

 Pada masa ini seluruh aspek perkembangan kecerdasan (kognitif), yaitu kecerdasan intelektual, emosi, danspiritual mengalami perkembangan yang luar biasa sehingga yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan selanjutnya.

 Sesuai dengan teori perkembangan kognitif menurut Jean Piaget, dimana Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yaitu:

 1. Tahap sensori motor (usia 0-2 tahun) Pada masa ini, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya.

2. Tahapan praoperasional (usia 2-7 tahun) Pada masa ini, anak mulai melakukan tindakan secara mental terhadap objek. Pada tahapan ini anak mulai menggunakan dan mempresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris.

3. Tahapan operasional konkrit (usia 7-11 tahun) Pada masa ini, anak mulai menggunakan logika tidak lagi mempresentasikan objek hanya dengan gambaran dan angka saja melainkan sudah dengan pemikirannya yang lebih kongkrit. Anak tidak menilai benda hanya dari bentuknya saja.

4. Tahapan operasional formal ( usia 11 tahun sampai dewasa) Pada tahap ini, anak mulai berfikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Anak mulai memahami tentang cinta, bukti logis dan nilai.

Di era globalisasi ini perkembangan teknologi semakin berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan zaman.Dengan berkembanganya teknologi yang semakin cepat maka jenis teknologi baru muncul lebih banyak dan jenis dari teknologi itu sendiri lebih beragam. Teknologi yang beragam jenisnya mudah di dapatkan karena harga dari berbagai jenis teknologi ini bervariasi ada yang murah ada juga yang mahal.Sesuai dengan kebutuhan ekonomi penggunanya.Barang teknologi bukan menjadi barang langka.Hampir semua aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan,sosial budaya,olahraga,ekonomi,maupun politik,selalu memanfaatkan kecanggihan teknologi. Namun, penggunaan gadget di kalangan anak-anak sering berdampak negatif.Karena anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan teknologi yang ada.

Sehingga anak-anak sering terlena dengan kecanggihan teknologi.Anak-anak yang sering menggunakan teknologi, seringkali lupa dengan lingkungan sekitarnya. Mereka lebih memilih berhadapan dengan teknologi canggih yang mereka punya dibandingkan dengan bermain bersama teman-teman di taman bermain atau di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Sehingga komunikasi sosial antara anak dengan masyarakat berkurang bahkan semakin luntur.

Seperti belum lama ini terdapat kasus dua anak dibawah umur didaerah Bondowoso,Jawa Timur,mengalami kecanduan gadget dari liputan6.Com “Mereka bisa marah besar sampai membanting-banting benda atau menyakiti diri sendiri jika diminta melepaskan ponsel pintardari tangannyasaat ini keduanya dirawat oleh Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso,Jawa Timur”. Atau ambil contoh dari sekitaran kita, seorang anak berusia sekitar 5 tahun sudah mahir berjoget-joget seperti orang dewasa karena tontonan dia sehari-hari, anak yang seharusnya menonnton kartun ini malah menonton tiktok.

Dari pernyataan kasus diatas sudah dapat disimpulkan bahwa memang memberikan gadget pada anak tanpa adanya pengawasan orang dewasa atau orang yang lebih tua memang akan cenderung menimbulkan beberapa dampak negatif, inilah mengapa memberikan gadget pada anak masih menjadi suatu hal yang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, Orang tua berperan penting dalam perkembangan komunikasi anak usia dini, hususnya anak di bawah usia 5 tahun. Salah satu upaya orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak dalam keluarga di era digital seperti sekarang adalah dengan memberikan pendampingan dalam penggunaan teknologi bagi anak. Melalui pendampingan tersebut, orang tua dapat mengawasi anak dan mengarahkan konten-konten positif bagi anak untuk menggunakan kemajuan teknologi secara tepat sesuai dengan masa tumbuh kembang anak.

 

Sumber: http://repository.radenintan.ac.id/9905/1/SKRIPSI%20II.pdf

Komentar